https://soundcloud.com/ikhwanfahmi-1/chrisye-lilin-lilin-kecil

Jumat, 16 Oktober 2015

What About Your Trip?

Wahai triper-triper level pringsilan, akan aku ajari ajian yang bisa dipake buat gaman, biar dirimu tambah sakti lan migunani, bagi fisik-fisik yang tak gentar menelanjangi panas dan jiwa-jiwa yang tak ciut menantang batas, berikut akan aku bahas supaya perjalananmu makin berkelasss!!! ( hasseekk :D )

Sekali-kali aku pengen nulis dengan bahasa yang agak kaku, biar kayak esay mahasiswa yang gagal menang karena bahasanya sok intelektual tapi miskin gagasan, Ini gaya tulisanku yang paling kaku loh betewe hehe

Meskipun aku jarang halan-halan karena emang kondisi dompet pas-pasan, sekalinya aku dapat kesempatan sebisa mungkin aku selalu menggunakan hati  pikiran dalam menganalis perjalanan. Dalam perjalanan darat lintas batas menyeberang dari satu daerah ke daerah lain, kita bisa mengamati refleksi bagaimana kota-desa bekerja, bagaimana roda-rodanya berputar, bagaimana pemikiran manusia-manusianya. korup atau tertib, efisien atau klolar-klolor, taat hukum atau slebor. tiap masuk daerah pasti melewati perbatasan, perbatasan adalah jendela kita untuk ngintip sebuah daerah, titik kecil yang memberi ilustrasi gambar besar di belakangnya, menegaskan dugaan atau justru menciptakan prasangka baru.

Bagi beberapa orang mungkin cuma hal sepele, tapi bagi aku ada dimensi yang berlapis-lapis, ada sejarah, ada kesimpangsiuran, ada kesalahpahaman, ada pula pembantaian sisi gelap yang jarang diceritakan jika kita ber-backpacking tanpa membaca dan merenungkan arti perjalanan, atau menjadikan perjalanan backpacking semata-mata seperti piknik liburan dan mengambil gambar untuk program DP pekanan.

Dari yang sudah lama aku amati,  menjadi triper atau backpacker adalah identitas yang ingin ditempelkan ke semua pelaku perjalanan. tapi untuk beberapa orang triping adalah proses pembelajaran, bukan sekadar mengunjungi tempat demi mengatakan, "I have been there. I have done it. I love you." #Langsungpasanghesteg (ya pa nggak hayo ngaku?) 

Hanya sedikit atau mungkin relasiku yang kurang luas, ada triper yang mampu melihat perjalanan sebagai sebuah pengalaman batin yang menguji mental, fisik, kepercayaan diri, bahkan menantang harga diri. backpacking tidak hanya dilihat sebagai kisah pejalan kere berbekal ransel lusuh dengan rute semrawut. namun harus membekali diri dengan keingintahuan yang besar, independensi, dan keberanian untuk mempertanggungjawabkan pilihannya, termasuk keputusan untuk mengunjungi tempat-tempat yang tidak biasa, berbahaya, atau pun berpotensi konflik. syukur-syukur cicipan ilmu sekolah/kuliahnya bisa bermanfaat dan nggak nganggur untuk pendekatan humanis, pemahaman kultur, agama, latar belakang demografis, bukan hanya eksplorer katrok tapi juga observer moderat, memperkaya diri sebagai pejalan yang makin arif dan kaya akan pengalaman batin, niscaya pabila sampean-sampean bisa atau minimal mau berfikir sedikit syukur-syukur banyak ketika melakukan perjalanan insyaallah perjalanan sampean bakal lebih membawa manfaat bagi lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar