Kamis pagi
itu aku lagi kangen sama kampus, biasanya kalo ada mahasiswa baru, banyak berkeliaran tuh isu-isu yang agak lucu terkait
mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam kelompok tertentu, yang biasanya
tersampaikan dengan hipotesis dangkal, takhayul bahkan gak masuk akal. Sumpah
aku lagi pengen denger bisik tetangga yang biasanya rame bersliweran di
kupingku yang lancip ini. Aku waktu itu pake topi, jaket parka dan kacamata,
persis seperti maling motor yang ketangkep di depan kampus arsitek minggu
kemarin, tapi aku berani jamin bahwa aku gak punya hubungan darah dengan tuh
maling, yakin! Yang jelas di pagi itu orang gak
akan sangka kalau yang bertopi, berparka dan berkacamata
ini adalah maling, eh aku! Sengaja memang, itu trik untuk menutupi aura
arogansiku yang kata mahasiswa fisip yang belum kenal sama aku mukaku keliatan
tengil dan intimidatif, serah mereka lahh haha
Mahasiswa
angkatan dua ribu tua kayak aku gini udah jelas pasti gabut sebetulnya masuk
kampus, gak ada kuliah lagi pula, yasudahlah nongkrong-nongkrong depan gedung d
aja barangkali ada kicau-kicau merdu. Duduk di depan gedung d eh neuron-neuron
otakku mendadak berkontraksi, dahiku mengernyit tatkala kudengar ada kelakar
seorang mahasiswa yang angkatan dua tahun dibawahku ngobrol sama adek
kelasnya, aku emang gak populer di kampus tapi aku tahu dia, dan dia gak tau
kalo manusia disamping orang yang dia ajak bicara adalah aku, jarak kami memang
agak jauh waktu itu, kalo tidak salah dua jengkal hehe. Topik pembicaraan
mereka menyentil akal sehatku, adek kelas dua tahun dibawahku itu menyampaikan
wawasannya kepada mahasiswa baru, dia sampaikan bahwa pria di depan gedung C
yang pake celana cingkrang dan jenggot itu adalah bagian dari kelompok islam
garis keras di kampus, calon teroris katanya, sang maba manggut-manggut aja,
kemudian sang maba bertanya tentang kelompok-kelompok apa saja yang ada di
kampus, sang adek kelas yang dua tahun dibawahku menambahkan lagi bahwa adalagi
kekuatan dominan yang ada di kampus, yaitu kelompok yang berideologi kiri dan
rata-rata berkelakuan kurang baik bahkan atheis, dia menganjurkan supaya sang
maba jangan dekat dekat dengan kelompok-kelompok dominan ini kalo pengen
kehidupan perkuliahannya tenang. Woooww sakti ni orang pikirku, dia bisa
melihat bibit-bibit teroris hanya dari tebal tidaknya jenggot dan cingkrang tidaknya
celana orang, dia juga bisa mengetahui kedalaman hati orang dan melihat ada
tidaknya tuhan di dalam sana. (mungkin dia juga bisa melihat warna sempakku
apa, tanpa sadar tiba-tiba aku langsung nutup slangkanganku) LUAR BIASA!
mungkin adek kelas yang dua tahun dibawahku ini suatu saat bakal masuk
ke SEMPRUL (Serikat Mahasiswa Paranormal Unyu dan Lucu) sebuah
lembaga non struktural/LNS bentukan dia sendiri. Aku heran, sejak kapan
fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas diponegoro menerima
paranormal?
Aku
memilih waras dengan tidak ikut berbincang dengan dua adek-adekku yang lucu
itu, aku gak mau ikut-ikutan jadi paranormal, khawatir sukses aku, apalagi ki
joko bodho udah pensiun dari dunia perlelembutan itu, ah enggaklahh, aku masih
pengen jadi kyai haha. Aku hanya bisa nulis di blog.
Gini loh
dekk, kalo toh adek memandang jenggot mas-mas mahasiswa disebelah sana bukanlah
jenggot yang ramah lingkungan, ya monggo diingatkan, tapi mbukyao jangan kemudian sampe
dipasang tulisan silahkan buang sampah di atas jenggot ini, itu bukan ramah
lingkungan lagi namanya tapi sontoloyo! Meskipun adek gak sampe hati atau belum
melakukan itu, yang jelas jangan sampe sekreatif itu bersikap dek. Toh mas-mas
sebelah sana nebelin jenggotnya juga gak minta duit ke adek buat
beli minyak firdaus kan? Terus kalo celananya cingkrang kemudian dianggep
sebagai islam garis keras juga menurutku agak anu, bisa jadi celananya kegedean
trus gampang mlorot, makanya dikencengin sampe ke udel pake gesper, kenapa gak
mikir sampe sana? Yah memang kampus ini membebaskan nalar mahasiswanya sih, aku
gak boleh menyalahkan imajinasimu dek, dengan kesaktian luar biasa sampai bisa
melihat ada tidaknya tuhan di hati orang kupikir adekku yang satu itu jauh
lebih hebat di banding raden kian santang bahkan nabi ibrahin A.S, Saranku dek,
kalo mau pintar tapi malas belajar, ya tu kepala slulupin aja ke ember yang
isinya tolak angin. Dan satu lagi, aku gak paham dunia perjenggotan, tapi
ada temanku yang paham dunia perjenggotan dan juga paham betul dengan urusan
dunia perjembitan. Jenggotnya cukup tebal tapi aku gak tahu dan gak mau tahu
jembitnya tebal atau tidak, yang jelas dia bukan teroris, aku sering konsultasi
masalah perjembitan ke dia, satu yang kupahami adalah rawat itu jembitmu jangan
biarkan njrawut-njrawut dan memanjang hingga lebih dari 40 hari, penting
itu, siapa tahu bakal tambah cerdas!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar