https://soundcloud.com/ikhwanfahmi-1/chrisye-lilin-lilin-kecil

Jumat, 18 September 2015

Jenggot, Celana Cingkrang dan Atheis

 Kamis pagi itu aku lagi kangen sama kampus, biasanya kalo ada mahasiswa baru, banyak berkeliaran tuh isu-isu yang agak lucu terkait mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam kelompok tertentu, yang biasanya tersampaikan dengan hipotesis dangkal, takhayul bahkan gak masuk akal. Sumpah aku lagi pengen denger bisik tetangga yang biasanya rame bersliweran di kupingku yang lancip ini. Aku waktu itu pake topi, jaket parka dan kacamata, persis seperti maling motor yang ketangkep di depan kampus arsitek minggu kemarin, tapi aku berani jamin bahwa aku gak punya hubungan darah dengan tuh maling, yakin! Yang jelas di pagi itu orang gak akan sangka kalau yang bertopi, berparka dan berkacamata ini adalah maling, eh aku! Sengaja memang, itu trik untuk menutupi aura arogansiku yang kata mahasiswa fisip yang belum kenal sama aku mukaku keliatan tengil dan intimidatif, serah mereka lahh haha

Mahasiswa angkatan dua ribu tua kayak aku gini udah jelas pasti gabut sebetulnya masuk kampus, gak ada kuliah lagi pula, yasudahlah nongkrong-nongkrong depan gedung d aja barangkali ada kicau-kicau merdu. Duduk di depan gedung d eh neuron-neuron otakku mendadak berkontraksi, dahiku mengernyit tatkala kudengar ada kelakar seorang mahasiswa  yang angkatan dua tahun dibawahku ngobrol sama adek kelasnya, aku emang gak populer di kampus tapi aku tahu dia, dan dia gak tau kalo manusia disamping orang yang dia ajak bicara adalah aku, jarak kami memang agak jauh waktu itu, kalo tidak salah dua jengkal hehe. Topik pembicaraan mereka menyentil akal sehatku, adek kelas dua tahun dibawahku itu menyampaikan wawasannya kepada mahasiswa baru, dia sampaikan bahwa pria di depan gedung C yang pake celana cingkrang dan jenggot itu adalah bagian dari kelompok islam garis keras di kampus, calon teroris katanya, sang maba manggut-manggut aja, kemudian sang maba bertanya tentang kelompok-kelompok apa saja yang ada di kampus, sang adek kelas yang dua tahun dibawahku menambahkan lagi bahwa adalagi kekuatan dominan yang ada di kampus, yaitu kelompok yang berideologi kiri dan rata-rata berkelakuan kurang baik bahkan atheis, dia menganjurkan supaya sang maba jangan dekat dekat dengan kelompok-kelompok dominan ini kalo pengen kehidupan perkuliahannya tenang. Woooww  sakti ni orang pikirku, dia bisa melihat bibit-bibit teroris hanya dari tebal tidaknya jenggot dan cingkrang tidaknya celana orang, dia juga bisa mengetahui kedalaman hati orang dan melihat ada tidaknya tuhan di dalam sana. (mungkin dia juga bisa melihat warna sempakku apa, tanpa sadar tiba-tiba aku langsung nutup slangkanganku) LUAR BIASA! mungkin adek kelas yang dua tahun dibawahku ini suatu saat bakal masuk ke SEMPRUL (Serikat Mahasiswa Paranormal Unyu dan Lucu) sebuah lembaga non struktural/LNS bentukan dia sendiri. Aku heran, sejak kapan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas diponegoro menerima paranormal?

Aku memilih waras dengan tidak ikut berbincang dengan dua adek-adekku yang lucu itu, aku gak mau ikut-ikutan jadi paranormal, khawatir sukses aku, apalagi ki joko bodho udah pensiun dari dunia perlelembutan itu, ah enggaklahh, aku masih pengen jadi kyai haha. Aku hanya bisa nulis di blog.

Gini loh dekk, kalo toh adek memandang jenggot mas-mas mahasiswa disebelah sana bukanlah jenggot yang ramah lingkungan, ya monggo diingatkan, tapi mbukyao jangan kemudian sampe dipasang tulisan silahkan buang sampah di atas jenggot ini, itu bukan ramah lingkungan lagi namanya tapi sontoloyo! Meskipun adek gak sampe hati atau belum melakukan itu, yang jelas jangan sampe sekreatif itu bersikap dek. Toh mas-mas sebelah sana nebelin jenggotnya juga gak minta duit ke adek buat beli minyak firdaus kan?  Terus kalo celananya cingkrang kemudian dianggep sebagai islam garis keras juga menurutku agak anu, bisa jadi celananya kegedean trus gampang mlorot, makanya dikencengin sampe ke udel pake gesper, kenapa gak mikir sampe sana? Yah memang kampus ini membebaskan nalar mahasiswanya sih, aku gak boleh menyalahkan imajinasimu dek, dengan kesaktian luar biasa sampai bisa melihat ada tidaknya tuhan di hati orang kupikir adekku yang satu itu jauh lebih hebat di banding raden kian santang bahkan nabi ibrahin A.S, Saranku dek, kalo mau pintar tapi malas belajar, ya tu kepala slulupin aja ke ember yang isinya tolak angin. Dan satu lagi, aku  gak paham dunia perjenggotan, tapi ada temanku yang paham dunia perjenggotan dan juga paham betul dengan urusan dunia perjembitan. Jenggotnya cukup tebal tapi aku gak tahu dan gak mau tahu jembitnya tebal atau tidak, yang jelas dia bukan teroris, aku sering konsultasi masalah perjembitan ke dia, satu yang kupahami adalah rawat itu jembitmu jangan biarkan njrawut-njrawut dan  memanjang hingga lebih dari 40 hari, penting itu, siapa tahu bakal tambah cerdas! 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar