https://soundcloud.com/ikhwanfahmi-1/chrisye-lilin-lilin-kecil

Rabu, 25 November 2015

Indahnya Bersenggama, eh Beragama



Ini tentang hidup dalam mengindra alam, untuk memahami kenapa kita tak diturunkan oleh Tuhan di planet Namec yang hanya dihuni satu gender, satu ras, satu sorban, dan satu sekte. Menjumpai lepas pantai, memandang jauh ke depan menembus dimensi batas penglihatan, memandang orang di belahan ujung lain yang juga berdiri tersenyum menatap kita. Saling memahami bahwa kita tak hidup sendiri di bumi, saling memahami bahwa kita hidup untuk saling melindungi, saling memahami bahwa kita hidup untuk saling mengasihi. Di belahan bumi manapun, kuakui semua manusia memang memiliki bakat untuk berkepala bebal karena kurangnya pendidikan dan pemahaman. Berkecambahnya bibit ekstrimis dari sawah bebal ini hanya tinggal menunggu kondisi saja, apakah mereka berada pada situasi mayoritas atau situasi minoritas.

Di Kanada, orang-orang non-muslim berkepala terbuka justru dengan mudahnya menggalang dana untuk membangun kembali masjid yang dirusak oknum bebal ekstrimis disana, bahkan hingga menawarkan gereja untuk dipakai sholat menghadap kehadirat-Nya, rumangsamu malaikat Jibril ora nangis terharu termehek-mehek melihat kejadian itu? Itulah ajaran dari sang Yesus, saling kasih mengasihi kaum tertindas lagi minoritas. Muslim-muslim disana rupanya juga mampu memaafkan, tidak berniat menyerang balik. Karena mereka sadar jika bom harus dibalas dengan bom, habislah sudah manusia, dan itu namanya bukan hukuman, tapi ajang balas dendam. Bukan otak lagi yang dipakai, tapi sudah ke ranah nafsu. Pahami itu, renungi tiap kau beol jika perlu.

Di negeri ini, ijin membangun karaoke dan tempat pijet ples kelonan justru jauh lebih mudah daripada mendirikan gereja dan menjalankan ibadah. Apa yang kalian takutkan dengan dibangunnya gereja-gereja itu? Takut akidah kalian hancur ketika melihat gambar salib? Ayolah tolol itu memang hak tapi juga jangan keterluan begitu, akidah tidak sebercanda itu kali. Atau kalian memang orang ekstrimis lemah iman yang mengklaim sebagai ahli surga? Akui saja, jujur itu nikmat dan mukjizat.

Logika simpel gitu aja belum bisa nyampe kok sudah teriak khilafah-khilafahan, move on sana lho move on dari masa lalu, kalo memang belum belajar apa-apa tentang khilafah jangan sok tau khilafah itu bagaimana, nafsu kok dimanjalkan, kalo memanjakan pacar nah itu rapopo. Kasihan anak-anak kecil musti teracuni virus ketololan ekstrimis. Otokritik itu perlu, supaya kita tahu diri.

Semua manusia memiliki hak untuk beragama dan menjalankan ibadahnya. Tugas negara bukan mengetahui isi doa rakyatnya tapi memastikan bahwa rakyatnya bisa berdoa dengan bebas dan aman, entah bagaimanapun caranya. Yang hobi mencatut nama Tuhan untuk minta saham eh maksudnya menindas kaum minoritas, silahkan pikir, kamu pikir Tuhan suka namanya dibawa-bawa untuk pendzoliman? Iya Tuhan suka jika Tuhan adalah nafsu selangkanganmu sendiri, jadi yang perlu diingat adalah kita ini makhluk yang beragama yang punya akal dan nafsu bukan cuma makhluk yang bersenggama, maaf sante dan selow saja baca gaya tulisanku yang mbelgedes macam gini, jangan keburu emosi, kalau dikit-dikit reaksioner itu artinya lebih mendahulukan nafsu daripada akal, pasti orang-orang yang kayak gitu nafsunya gede dan gampang ereksi

Terakhir yang pengen tak singgung, banyak jalan menuju Roma, namun hanya ada satu jalan menuju hati mertua...

Samlekum...

Jumat, 06 November 2015

Negara Ideal Mahaguru Plato

Murid dari mahaguru Socrates dan guru dari mahaguru Aristoteles, mahaguru Plato namanya, pernah memberikan gambaran tentang "negara ideal". Negara utopis yang beliau percaya, diperintah oleh para filosof, penjelasan mendasarnya dikaitkan pada susunan tubuh manusia.

Singkat cerita. Menurut mbah Plato, tubuh manusia terdiri dari tiga bagian utama: kepala, dada, dan perut. Setiap bagiannya ada bagian jiwa yang terkait, akal bertahta di kepala, kehendak terletak di dada, dan nafsu bersarang di perut. Masing-masing dari bagiab jiwa ini juga memiliki cita-cita atau 'kebajikan'. Akal mencita-citakan kebijaksanaan, Kehendak mencita-citakan keberanian, dan Nafsu harus dikekang sehingga kesopanan dapat ditegakkan. Hanya jika ketiga bagian itu berfungsi bersama sebagai suatu kesatuan sajalah, kita dapat menjadi seorang individu yang selaras atau 'berbudi luhur'. Di sekolah akademica yang dibuat Plato dulu, seorang anak pertama-tama harus belajar untuk mengendalikan hawa nafsu mereka, lalu ia harus mengembangkan keberanian, dan akhirnya akal akan menuntunnya menuju kebijaksanaan.
Berbeda dengan kurikulum sekolah kalian ya? Haha.

Seperti setiap aspek dari filsafat Plato, filsafat politiknya ditandai dengan rasionalisme. Terciptanya negara yang baik bergantung pada apakah negara itu diperintah oleh akal. Sebagaimana kepala mengatur tubuh, maka para filosoflah yang harus mengatur masyarakat.

Dalam kasus negara ideal, pertama, aku mau sedikit out of topic dari apa yang beliau paparkan. Karena aku pernah iseng berfikir bahwa semustinya negara itu nggak ada, mungkin menurut sampean-sampean ini ekstrem, jadi nanti nasionalisme itu nggak ada, semua manusia semua ras semua bangsa harus bersatu dalam internasionalisme humanity. Tak ada lagi sekat pembatas regional, semua berada dalam satu pemerintahan, New World Government. (kayak dunia one piece). Untuk memastikan terwujudnya pembagian sumber daya alam secara merata, dibutuhkan  kepemimpinan yang adil dan bijaksana, menghapuskan perbudakan dan neokolonialisme, Afrika memperoleh pasokan kekayaan Indonesia. Papua nugini dapat pasokan minyak dari dubai, negara berkembang dapat teknologi dari Jepang misal.  Jadi semua warga dunia mendapat pendidikan dan memiliki akses segala fasilitas yang sama, bersatu dalam sumpah persatuan bangsa dunia. Bubar lah apa yang disebut Nation State alias negara bangsa, di Indonesia, sumpah pemuda diganti dengan sumpah bangsa dunia. Kami putra dan putri dunia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air dunia. Kami putra dan putri dunia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa dunia. Kami putra dan putri dunia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa dunia. Namun untuk mewujudkan hal ini, perlu alasan yang kuat, musuh yang sama misalnya. Seperti pemerintahan robotik di sebuah pulau berdaulat yang mengancam eksistensi peradaban umat manusia (hadeuh kebanyakan nonton Terminator, I-Robot, dan Naruto).

Naif ya aku? Lalu aku melakukan otokritik, jika persatuan bangsa dapat terjadi, maka barangkali kita sudah tidak hidup di dunia, namun hidup di surga, alam dimana manusia dapat mengevaluasi kembali segalanya. Karena itulah, supaya dapat terwujud tanpa menunggu kiamat, harus memiliki alasan yang kuat. Bukankah lego-lego nusantara dapat menjadi Indonesia karena memiliki musuh yang sama pula, namun apakah kita harus menetapkan musuh yang sama baru bisa terbentuk yang tadi kusebutkan? Bagaimana kalo yang dianggap musuh adalah sebuah negara besar yang menghegomoni sistem ekonomi dunia? Apakah perlu kita kobarkan perang senjata untuk menggenosida negeri dan bangsanya? Ini yang kusebut jancuklogi, ketika kita menetapkan A adalah musuh, dan C adalah kawan, maka kawan dari A akan memusuhi kita dan kawan dari C akan memusuhi kawan dari A dan A, NATO dan PAKTAWARSAWA adalah petaka untuk menciptakan perdamaian dunia. Intinya perdamaian dunia adalah utopis.

Seperti kata Gunawan Muhammad yang menyangkal adanya demokrasi di surga, sama halnya aku juga menyangkal keberadaan liberalis, kapitalis, sosialis, komunis, nation state atau internasinalisme dan faham apapun di surga, bilamana misal di surga ada komunisme atau kapitalisme dengan banyaknya kritik di faham itu, tidakkah surga akan menjadi tempat yang tidak lagi sempurna?


Lalu yang kedua, perlu mbah Plato ketahui. Kebrilianan pemikir-pemikir jaman Yunani kuno tidak bisa terlepas dari adanya perbudakan. Bagaimana mereka bisa begitu secemerlang hingga mencapai kebijaksanaan berfikir sedimikian tinggi? Pemikir-pemikir Athena tak perlu memikirkan besok musti makan apa dan tak perlu mengerjakan hal-hal remeh temeh seperti mencuci celana dalam kotor kena mimpi basah misalnya, karena ada budak 24 jam yang sudah diperintah, sehingga bangsa Yunani kuno memiliki banyak waktu luang untuk berpikir dan belajar banyak hal mengenai filsafat. Jadi seandainya simbah Plato sedang menyelesaikan skripsinya tentang negara ideal, dalam lembar ucapan terima kasih, aku sarankan untuk memasukkan sumbangsih nama-nama budak yang tak berharga namun sangat bersahaja khususnya dalam perkembangan filsafat kuno sebagai induk sains dunia hehe

Sayangnya Plato kariernya udah abis karena sering cedera di AC Milan, eh ini Plato yang mana? 


Kamis, 05 November 2015

Instal Ulang Driver Agamamu

Bukanlah pencapaian ilmu berupa meringankan tubuh melompat satu atap ke atap tetangga, atau ilmu menyeberangi sungai tanpa kebasahan ketika proses pembelajaran ku-enyam di,proses perkuliahan, ingat "proses" perkuliahan bukan hanya momen ketika duduk nyaman di ruangan ber AC yang anginnya sepoi-sepoi, salah satunya juga termasuk obrolan angkringan kopi pinggir jalan habis karaokean dan hal-hal lain yang menjadi kebiasaan, yang kudapat selama proses perkuliahan adalah sebuah pemahaman bahwa di belantara geologi bumi manapun, tiap agama hampir pasti ada kelompok-kelompok begundal radikal, entah itu baik dari islam sunni, syiah, wahabi, sekte ismaili, kristen, katholik, hindu, budha, konghucu, sikhisme, zoroaster, yudaisme, majusi, neo-pagan, shinto, thaoisme, bla bla bla sampai agama penyembah kancut Zeus sekalipun.
Mereka melalui sekelumit pengalaman rumit sedemikian rupa yang bisa dijelaskan terjemahan alurnya, hingga tanpa kesadaran perenungan merasa diri beriman, dimana perasaan keimanan itu dirasainya sedemikian tinggi hingga mengilhami untuk beringan tangan sanggup mencabut nyawa orang lain, bunuh diri, menghakimi hak tinggal dan beribadah insan lain, atau memprovokasi untuk terjadinya pertumpahan darah di atas tanah.
Ambil satu contoh dari kaum saya sendiri saja (karena otokritik itu penting, supaya otak nggak bebal dan tak alergi kritik kayak orang pekok). Jika mereka tak sengaja khilaf, mereka pun sadar atau barangkali berpura-pura lupa untuk menampik bahwa rosulullah pun dibesarkan oleh pamannya yang kafir. Atau jika sedang mengikuti kumpul-kumpul ngaji ringan membahas murkanya Allah pada hamba-Nya yang menyiksa hewan, mereka mungkin sedang lupa bahwa sekte lain yang sedang mereka nistakan bukanlah kategori binomenal nomenclature-nya hamba Allah menurut asas klasifikasi Carolus Linnaeus. Atau siapa sangka mereka sedang amnesia bahwa jika Allah berkehendak pun, tinggal 'kun fayakun kalian sepaham' maka semua peranakan intim Adam dan Hawa berada dalam satu sekte, namun sayangnya mungkin Allah sudah 'berkun fayakun pekoklah mereka!' sehingga begundal radikal tadipun terpaksa berakal dangkal secara non-artifisal tanpa sesal, dan dedemitpun terpingkal-pingkal menonton kebarbaran mereka yang begitu binal tak kenal asal.
Tak ada salahnya, atau barangkali justru mungkin berkewajiban bagi yang sadar untuk menertibkan koloninya yang dientup siluman kalajengking dari peranakan Ifrit dengan arthropoda delapan kaki peliharaan Gaia si dewi bumi. Ini bukan tentang klaim kebenaran, tapi sikap matang dan kebijaksanaan punakawan sudah jelas lebih universal dengan hati nurani yang tersirami cahaya ilahi daripada gothok-gothokan nyowo mung mergo menang jumlah bolo. Dan seyogianya, agama itu selaras madep mantep dengan nurani setiap insani yang diberkahi seni birahi tingkat tinggi, karena memang dia (agama) adalah perangkat ekstensi yang diciptakan oleh Allah sebagai ulah atas tanggung jawabnya karena telah menciptakan makhluk paling asyik di alam semesta.
Jadi, saya sering mewanti-wanti kaum islam radikal, bukan karena saya sunni, syiah atau saya antek ahlussunnah wal jama'ah. Jangankan menilai saya syiah, bisa menilai saya adalah orang islam aja karena KTP saya islam misalnya, wes jos kuwe dab!! Siapa tahu saya menulis agama islam di KTP hamya untuk dapat “perlindungan negara” paham nggak kamu? ibarate wes koyok Mikail sing ning mburiku iki lagi uthak-uthek ngalkulator bakal rapelan tunjangan gaji sing nyasar ning njero rekeningku. Akhir kata, rawatlah bhinneka tunggal ika dalam badasnya bhinneka tunggal metallica, paham? kalo masih nggak paham, balik lagi sana ke SMA ikutan ekstra pramuka dan paskibraka lalu tuma'ninahlah dalam kegiatan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) misalnya, ntar kok ternyata ambruk/pingsan jangan ngeyel dan rempong minta dirawat mbak-mbak PMR yang seagama! Kalo masih rempong, tak plester wulu sikilmu dyarr kuwe. Wis paham? Isih rung paham? mboh cah palingan isi sirahmu wes kasep kakean nggo mbokeb.